REHABILITASI MEDIK PADA CTEV
REHABILITASI MEDIK PADA CTEV
(CONGENITAL TALIPES EQUINOVARUS)
PENDAHULUAN
CTEV(Congenital Talipes Equino Varus) disebut juga club foot atau kaki bengkok merupakan kondisi kelainan bentuk (deformitas) bawaan pada kaki dan pergelangan kaki. Kata talipes dari bahasa Latin terdiri dari kata talus yang berarti pergelangan kaki dan pes yang berarti kaki. Kata equinus atau horse foot menggambarkan posisi jari-jari kaki lebih rendah daripada tumit karena tumit terangkat keatas, sedangkan varus berarti kaki memutar ke dalam menuju garis tengah tubuh. Ditemukan lebih sering pada laki-laki , dapat terjadi pada satu atau dua kaki. Pada kasus unilateral, kaki yang sakit lebih kecil dan kurang berkembang dibandingkan kaki lainnya dan biasanya kaki kanan lebih sering terkena daripada kiri. Pada kasus bilateral, salah satu kaki biasanya mempunyai deformitas lebih berat daripada kaki lainnya.
PENYEBAB
Penyebab pasti belum diketahui, namun ada beberapa teori :
1. Faktor mekanik dalam uterus yaitu terjadinya tekanan dalam uterus sehingga
kaki berada pada posisi equinovarus, selanjutnya mempengaruhi kecepatan
pertumbuhan tulang dan adaptasi otot dan ligamen
2.Defek neuromuskular karena defek primer dari otot maupun jaringan
neurogenik
3.Terhentinya perkembangan janin akibat :
- Gangguan intrauterin
- Pengaruh lingkungan berbahaya pada fase perkembangan kaki dapat berupa
virus, steroid, radiasi dll
4.Herediter : resiko terkena pada anak sebesar 10-25 % dari orang tua dengan
kelainan tersebut.
KLASIFIKASI
Pada dasarnya CTEV diklasifikasikan dalam 2 kelompok :
kadang disebut juga tipe konvensional, mudah ditangani dan memberi respon yang baik dengan terapi konservatif. Kaki dalam posisi equinovarus akan tetapi fleksibel dan mudah dikoreksi dengan tekanan manuil.
kaki lebih kaku, deformitas hanya dapat dikoreksi sebagian atau sedikit dengan tekanan manuil.
Kondisi CTEV ditandai dengan:
1.inversi (putaran kedalam) dan adduksi (deviasi kedalam) dari kaki depan.
2.varus dari calcaneus (tumit memutar kedalam).
3.equinus (tumit tertarik/ jinjit).
4.konstriksi jaringan disisi sebelah dalam kaki.
5.otot-otot disisi sebelah luar kaki tidak berkembang.
6.otot betis tidak berkembang atau atropi menyebabkan betis tampak kecil seperti
pipa
7.restriksi terhadap koreksi pasif.
Beratnya deformitas yang terjadi tergantung dari besarnya pergeseran tulang, sedangkan kekakuan jaringan lunak akan mempengaruhi respon terhadap terapi.
Pada saat kelahiran pemeriksaan klinis lebih memberi arti sedangkan pada masa bayi (3 bulan) dimana tulang membentuk pusat penulangan maka penilaian radiologis lebih akurat dari pemeriksaan klinis. Tujuan pemeriksaan radiologis :
1. menilai derajat dan beratnya deformitas sebelum terapi.
2. menilai perkembangan selama terapi non operasi
3. menganalisa bagian deformitas sebelum operasi dan untuk merencanakan
operasi yang sesuai.
4. menetapkan apakah setelah operasi kesegarisan dapat dipertahankan
.
PENATALAKSANAAN
Penanganan CTEV tergantung pada derajat deformitasnya. Makin dini penanganan akan semakin baik hasil dan prognosisnya. Dengan bertambahnya umur anak, kelainan akan semakin nyata yang disebabkan adanya pemendekan dan kekakuan (kontraktur) otot dan perubahan – perubahan jaringan tulang. 3 minggu pertama kehidupan merupakan golden period oleh karena jaringan ligamen masih lentur. Tujuan pengobatan adalah memperbaiki kelainan dan mempertahankan dalam posisi normal, mencegah deformitas tulang dan sendi lebih lanjut serta meminimalkan kontraktur sampai pertumbuhan tulang berhenti.
Menurut penelitian yang dilakukan Ponseti, sekitar 90-95% kasus club foot bisa ditangani secara konservatif yang meliputi:
A. Manipulasi ( Fisioterapi)
Tujuan : meregangkan jaringan lunak yang kaku dan memendek sehingga
dapat memperbaiki hubungan yang abnormal diantara tulang serta
memperbaiki arsitektur tulang. Disamping itu terapi manipulasi juga harus
diberikan sebelum operasi untuk membantu meregang kulit dan tendon
sehingga memudahkan saat operasi
B. Splinting/pengegipan (Ortotik prostetik)
Pemakaiannya segera setelah manipulasi untuk mempertahankan hasil
koreksi dari manipulasi dan operasi. Dipasang sampai dengan atas lutut
dengan kaki dalam koreksi maksimal dan lutut dalam fleksi.
Koreksi dilakukan setiap 1 – 2 minggu. Setiap pengegipan berikutnya
didahului oleh manipulasi dan berlangsung 3 – 5 minggu.
Oleh karena kekambuhan mungkin terjadi walaupun setelah koreksi yang adekuat maka program observasi jangka panjang diperlukan. Bila respon baik, terapi konservatif dilanjutkan dengan Denis Browne splint sampai penderita mampu berdiri. Dipakai selama 24 jam, dilepas beberapa menit saat latihan pasif, mandi, ganti popok dan makan. Diberikan selama 2 bulan. Kemudian dipergunakan sebagai splint untuk mencegah rekuren, yang dipakai hanya saat tidur sampai 2-4 tahun. Jika anak sudah mulai berjalan dapat diberikan prewalker dan walker shoe clubfoot. Radiologi dilakukan secara berkala. Bila dalam 2 tahun setelah pemakaian sepatu tidak didapatkan rekurensi, dapat dipakai sepatu biasa. Disamping itu orang tua tetap dianjurkan melakukan latihan manipulasi setiap hari.
Memberi pengertian pada orang tua penderita adalah penting untuk mengetahui keadaan anaknya dan memberi support mental bahwa kelainan tersebut dapat disembuhkan apabila ditangani secara dini dan terus menerus sampai usia pertumbuhan.
Bila terapi konservatif tidak berhasil setelah 3 bulan atau kambuh maka dilakukan tindakan operasi. Setelah operasi penderita di gips selama 6 minggu, buka dan dipasang kembali selama 6 minggu lagi dengan diganti tiap minggu. Dilanjutkan dengan pemakaian Dennis Browne Splint selama 2 -3 tahun.
PROGNOSA
CTEV bila diterapi sejak bayi baru lahir angka keberhasilan mendekati 90%. Deformitas sebagian besar dapat diperbaiki dan dapat berfungsi secara fungsional walaupun dapat terulang. Oleh karena itu masih diperlukan observasi jangka panjang untuk mempertahankan koreksi yang tercapai sampai pertumbuhan tulang berhenti.
By A Web Design




