INFERTILITAS
INFERTILITAS
Kapan pasangan suami isteri, disebut infertile/kurang subur? Jawab : Bilamana pasangan suami isteri (pasutri) tersebut, telah melakukan hubungan suami isteri, dengan teratur yaitu rata-rata 2-3 kali (bukan dalam sehari, berturut-turut 2-3 kali) dalam seminggu ( 7 hari) tanpa menggunakan alat kontrasepsi, belum mampu kehamilan cukup selama : Mengapa harus hubungan suami isteri 2-3 kali per minggu, sebagai upaya untuk suatu kehamilan ?
Jawab : Sebabnya kemampuan hidup telur untuk dibuahi dan sperma pria untuk membuahi berkisar antara 2-3 hari, sehingga dalam seminggu, yang 7 hari tersebut, akan selalu terjaga untuk dapat suatu pembuatan dengan hubungan selang 2-3 hari perminggu Mengapa tidak selalu berhasil, walaupun hubungan teratur 2-3 kali perminggu? Jawab : Keberhasilan pembuahan/ kehamilan artinya, adanya suatu proses menyatu antara sperma dari air mani suami dengan telur (ovum) yang dihasilkan dari indung telur, pada masa subur dari pihak isteri. Apabila pada masa subur yang relatif singkat, yaitu sekitar 2-3 hari saja, tidak ada sperma yang potensial, dari pihak suami dipertemukan, maka kehamilan kecil kemungkinan terjadi. Jadi, dengan keteraturan 2-3 kali perminggu, tidak akan ada masa subur yang terlewat, andaikata isteri memang subur. Bagaimana mengenal masa subur isteri? Jawab : Masa subur, artinya masa keluarnya telur dari indung telur, yang telah memenuhi syarat tertentu, untuk dapat dibuahi, lamanya masa subur dihitung mundur, dari haid yang akan datang, kemudian dikurangi 14 (empat belas) hari. Masa subur sangat dipengaruhi keteraturan daur haid. Daur haid normal berkisar 28+7 hari, yaitu antara ( 28-7)=21 dan (28+7)=35 hari, jadi sebulan 21-35 hari, yang penting adalah hari pertama haid selalu teratur tidak pernah berubah antara 7 hari maju atau 7 hari mundur pada bulan berikutnya. Haid yang tidak teratur daurnya hampir 70% tidak memiliki masa subur atau dubut anovulasi, tidak mampu menghasilkan telur yang siap dibuahi. Mengapa isteri tidak mampu menghasilkan telur yang siap dibuahi atau tidak ada sama sekali telur yang bisa dihasilkan ? Jawab : Berbagai sebabnya seperti : - Faktor keturunan/ genetik - Infeksi - Cacat bawaan - Akibat obat-obatan - Akibat radiasi - Kelainan hormon Diantara sebab-sebab tersebut ada yang dapat diusahakan penyembuhan atau perbaikan sehingga mampu menghasilkan telur, namun ada yang tidak dapat diobati/ diperbaiki. Apakah selain kelainan fungsi indung telur, ada lagi penyebab infertile pada isteri? Jawab : Ya, kelainan isteri selain sel telur ada juga : - Infeksi - Tekanan tumor disekitarnya - Bawaan sejak lahir Bilamana hanya satu, saluran telur yang tersumbat masih mungkin hamil, apabila saluran telur yang satu lagi (dikiri atau kanan indung telur) masih berfungsi baik, tidak buntu/ tersumbat. Kebuntuan ini umumnya tidak mengakibatkan gejala klinik yang dirasakan wanita, kecuali kesulitan hamil. Bagaimana dengan faktor suami, apa ada penyebab infertil? Jawab : Dari pihak suami, faktor yang paling sering menyebabkan ketidak-mampuan memperoleh anak , adalah : Yang utama, kelainan sperma, yaitu : - Jumlah per cc cairan mani kurang dari 20 juta - Bentuk sperma> 50% abnormal - Gerakan sperma:> 50% tidak baik gerakannya, Ketiga unsur tersebut diatas, bisa hanya satu unsur saja kelainannya, namun bisa gabungan atau seluruhnya unsur tersebut ada pada seorang pria. Pengobatan banyak tergantung pada apa penyebab dasar dari ketiga kelainan diatas Bagaimanakah dengan cara, frekuensi dari posisi hubungan suami isteri, apakah mempengaruhi keberhasilan hamil ? Jawab : Pada umumnya, setiap posisi hubungan suami isteri, selalu memungkinkan terjadinya kehamilan, asalkan dalam masa subur isteri,karena pada hakekatnya ketika hubungan suami isteri, selalu ada cairan yang mengandung sperma yang masuk ke vagina/rahim isteri, namun jumlah terbanyak adalah saat ejakulasi dengan posisi suami diatas, isteri dibawah, kurang lebih 4-5 cc cairan mani yang dikeluarkan dengan kandungan rata-rata sekitar + 100 juta sperma, meski hanya satu diantaranya yang akan menembus lapisan telur, menyatu, dan membuahi, kehamilan. Masalah frekuensi, hubungan dengan kehamilan belum diteliti benar, namun umumnya bila saat hubungan isteri mengalami orgasme (puncak kepuasan) biasanya otot rahim maupun salurannya berkontraksi ritmis, disamping pengeluaran hormon tertentu, yang mungkin saja dapat menekan pembuahan yang terjadi khususnya pada hamil muda. Banyak kelainan pada pria dalam hubungan suami isteri seperti : air mani yang tumpah bukan di vagina, cepat/ejakulasi dini, tanpa sperma dan sebagainya. Langkah-langkah pemeriksaan apa saja untuk mengobati pasangan infertile ? Jawab : Idealnya langkah awal harus dari saat remaja, sekitar usia 19 tahun-an, mengetahui apakah dirinya subur atau kurang subur, dengan pemeriksaan: pemantauan pola daur haid pada masa remaja. USG untuk memeriksa anatomi/fungsi indung telur, dan pada pria memeriksa buah zakar apa lengkap (dua buah) atau tidak, memeriksa jumlah air mani saat mimpi basah. Pada awal pemeriksaan hendaknya pasangan suami isteri (pasutri) datang konsultasi ke dokter. Pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan reproduksi pasutri, kunjungan pertama selain tujuan menentukan apakah pihak isteri atau suami yang bermasalah dalam fungsi reproduksi atau kedua-duanya harus mendapatkan pengobatan kesuburan, baik medik/obat maupun operasi tergantung apa yang menjadi masalahnya. Langkah-langkah yang harus dilakukan cukup banyak memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit, dan inilah yang menjadi salah satu masalah kegagalan kehamilan karena dihentikan sebelum selesai seluruh rangkaian pemeriksaan karena tidak sabar, ingin cepat hamil, kemudian berpindah dokter, terulang lagi, akhirnya pasrah dan mungkin karena faktor usia, menimbulkan kegagalan. Apa yang disebut inseminasi dan bayi tabung itu? Jawab : inseminasi dan bayi tabung, adalah nama umum, untuk upaya kehamilan melalui proses teknologi, disebut “cara buatan”, bukan cara alami, melalui hubungan suami isteri. Inseminasi maupun bayi tabung dibagi-bagi lagi dalam beberapa teknik, yang cukup rumit, dalam upaya menghasilkan hamil kehamilan, karena sampai saat ini keberhasilan hamil melalui kedua cara tersebut maksimal 40%. Inseminasi bukan syarat untuk dilakukan bayi tabung, bisa langsung hanya tabung lainnya inseminasi lebih dahulu, karena bayi tabung relatif lebih tingkat keberhasilan daripada inseminasi. Hasil yang baik ditentukan oleh : - Lama infertile - Usia (terutama isteri) - Teknik - Pengalaman Semua bersifat individual. Nampaknya: Pasrah, doa, sambil upaya maksimal, adalah jalan terbaik dalam keberhasilan kehamilan. Apakah faktor psikologis berperan pada keberhasilan kehamilan ? Jawab : Ada korelasi faktor psikologis/mental dengan sistem hormonal yang mempengaruhi kejadian kehamilan, untuk diketahui bahwa sampai saat ini, walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi maju pesat, namun sekitar 30% sebab infertil belum dapat dijelaskan.
By A Web Design




